Definisi Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari

 Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari Definisi Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari
peta konsep benda dan sifat-sifatnya

Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari


Pelajaran dasar ini dapat ditelusuri dengan kata kunci Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari.

Daftar Isi: silahkan klik masing-masing bagian untuk menuju materi


Defenisi Benda


Benda adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Massa benda diukur dengan cara ditimbang. menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Benda Adalah (a) segala yang ada dalam alam yang berwujud atau berjasad (bukan roh); zat (misalnya air, minyak) (b) barang yang berharga (sebagai kekayaan); harta (c) barang: Rumah itu terbakar bersama benda yang ada di dalamnya.

Manusia, hewan, dan tumbuhan merupakan benda. Batu, gelas, dan buku juga benda. Manusia, hewan, dan tumbuhan merupakan benda hidup. Sementara batu, gelas, dan buku merupakan benda mati. Manusia, hewan, tumbuhan, batu, dan buku menempati ruang. Benda-benda itu juga dapat ditimbang.

Bidang ilmu alam (ciri-ciri makhluk hidup.

Dalam ilmu fisika, benda digunakan untuk menggantikan objek (bahasa Inggris: object), akan tetapi dewasa ini telah digunakan kata serapan objek. Suatu contoh tipikal soal fisika, misalnya:

Sebuah benda bermassa m bergerak dalam lingkungan yang dipengaruhi gaya gravitasi. Tentukan arah gerak benda tersebut apabila (...).

Kadang 'benda' dapat dipetukarkan dengan 'materi' tetapi hanya dalam hal-hal tertentu. Bila keduanya dipergunakan bersamaan, maka 'benda' berkedudukan lebih umum dari 'materi', contoh penggunaan:

Seorang profesor mengajukan pertanyaan kepada peserta kuliahnya, "Coba tolong jelaskan apa 'materi' penyusun 'benda-benda' yang saya letakkan di atas meja!" Di atas meja terdapat batu, es, balon yang telah ditiup dan beberapa 'benda' lainnya.

Perbedaan Benda dan bukan benda yaitu Benda Bisa ditimbang (massa) dan menempati ruang (volume), sedangkan Bukan Benda tidak menempati ruang dan tidak bisa ditimbang karena tidak mempunyai massa. Benda-benda dapat dikelompokkan berdasarkan sifat fisiknya. Sifat fisik benda, misalnya warna, bentuk, kekuatan, wujud, atau ukurannya.


Wujud dan Sifat Benda


Diambil dari dokumen scribd. Setiap benda pasti memiliki wujud, Benda-benda dapat dikelompokkan berdasarkan wujudnya. Wujud benda ada 3 yaitu; padat, cair dan gas (Mulyati Arifin dkk, 2009:52). Setiap wujud benda tersebut memiliki sifat-sifat tertentu. Masing-masing benda tersebut memiliki sifat yang dapat membedakan jenis benda yang satu dengan jenis benda yang lainnya (Heri Sulistyanto dan Edy Wiyono, 2008: 75).


Benda Padat


Benda padat adalah benda yang terasa keras atau padat ketika dipegang dan bentuk serta ukurannya tetap walau dipindahkan. Misalnya batu, kayu, pensil, pulpen, gelas dan buku (Zaenal Mustopa dkk, 2009:66) ciri-ciri benda padat atau sifat-sifat benda padat dapat dijelaskan sebagai berikut;

  1. Bentuknya tetap (tidak berubah jika dipindahkan) Misalkan saja tas, penggaris, dan pensil adalah benda padat. Ketiga benda tersebut jika dipindahkan tidak mengalami perubahan (Mulyati Arifin dkk, 2009:52) contoh; diketahui bahwa batu dan kayu ketika dipindahkan di atas meja dan kemudian dipindahkan ke dalam ember, bentuk dan ukurannya tetap seperti semula (Zaenal Mustopa dkk, 2009:66)
  2. Benda padat memiliki berat (massa) Tas dan buku adalah salah satu contoh benda padat. Ketika benda tersebut kita angkat tentu terasa berat dibandingkan ketika tidak mengangkat benda padat tersebut. Hal ini membuktikan bahwa benda padat memiliki berat (Mulyati Arifin dkk, 2009: 52).
  3. Benda padat dapat diubah bentuknya. Benda padat dapat berubah bentuknya dengan cara tertentu, Benda-benda yang kita gunakan sehari-hari bentuknya sudah berubah dari bentuk aslinya, misalnya baju. Bentuk semula adalah sehelai kain, kemudian dipotong dan dijahit sehingga berubah bentuk menjadi sebuah baju. Untuk dapat mengubah benda padat menjadi bentuk lain, benda tersebut harus mendapat perlakuan tertentu, misalnya ditekan, dipahat, dipotong, diraut, dibor, digergaji, diamplas, dan sebagainya (Heri Sulistyanto dan Edy Wiyono, 2008: 76).

Jika dipindahkan, benda padat tidak akan berubah warna, ukuran dan bentuknya. Benda padat memiliki berat, Benda padat dapat diubah bentuknya jika diberi perlakukan tertentu.
 Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari Definisi Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari
contoh benda padat


Benda Cair


Benda cair merupakan benda yang berwujud cair. Misalnya air, minyak, sirup dan susu. Semua benda cair tidak dapat dipegang karena berwujud cair. Benda cair hanya dapat membasahi tangan kita. Selain berwujud cair, benda cair memiliki ciri-ciri yang lain (Zaenal Mustopa dkk, 2009:66). ciri-ciri benda cair atau mempunyai sifat sebagai berikut:

  1. Bentuknya dapat berubah sesuai dengan wadahnya; Jika kita menuangkan air ke dalam gelas maka bentuk air seperti gelas. Tetapi jika menuangkan air ke dalam mangkok maka bentuknya seperti mangkok, dan jika kita menuangkan air ke dalam botol maka bentuk air seperti botol. Peristiwa tersebut membuktikan bahwa bentuk benda cair dapat berubah sesuai dengan tempatnya (Heri Sulistyanto dan Edy Wiyono, 2008: 76)
  2. Permukaan benda cair selalu datar; Dalam keadaan tenang, permukaan air selalu datar. Akan tetapi, jika mendapat usikan permukaan air tidak lagi datar. Sifat ini dapat dimanfaatkan oleh tukang bangunan misalnya untuk mengetahui kedataran lantai pada saat pemasangan ubin. Alat yang digunakan untuk mengukur ke dataran lantai disebut waterpas (Heri Sulistyanto dan Edy Wiyono, 2008: 78).
  3. Benda cair mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah; Mata air yang jernih dapat dijumpai di pegunungan. Mata air mengalir berkelok-kelok di antara pepohonan yang rindang. Air tersebut mengalir dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah (Mulyati Arifin dkk, 2009:56).
  4. Benda cair menempati ruang dan mempunyai massa; Sifat ini dapat dibuktikan dengan menuangkan air ke dalam gelas sampai penuh dan airnya tumpah keluar gelas. Air yang tumpah membuktikan bahwa seluruh ruangan gelas sudah terisi oleh air. Air mempunyai massa hal ini dibuktikan jika kita mengangkat gelas kosong terasa akan lebih ringan dibandingkan jika kita mengangkat gelas yang berisi air (Heri Sulistyanto dan Edy Wiyono, 2008: 77).
  5. Benda cair menekan ke segala arah; Air memancar dari setiap lubang pada wadah. memancarnya air dari setiap lubang karena pengaruh tekanan air. Di dalam suatu wadah, air menekan ke segala arah. Semakin ke bawah, semakin kuat tekanannya. Dengan demikian air memancar paling kuat dari lubang yang lebih bawah (Mulyati Arifin dkk, 2009:56).
  6. Benda Cair Dapat Melarutkan Zat tertentu; Misalnya jika secangkir teh pahit kita beri sesendok gula pasir, kemudian diaduk maka kita akan memperoleh secangkir teh manis. Gula pasir larut dalam air teh sehingga rasa air teh menjadi manis. Air dapat melarutkan zat atau bahan tertentu sehingga air disebut zat pelarut. Air dan zat yang terlarut di dalamnya disebut larutan. Contohnya larutan gula artinya air yang di dalamnya terdapat gula seperti pada teh manis (Heri Sulistyanto dan Edy Wiyono, 2008: 78).

Benda cair mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah, Benda cair menempati ruang dan mempunyai massa, Benda cair menekan ke segala arah, Benda cair dapat melarutkan zat tertentu.
 Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari Definisi Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari
benda cair

Benda Gas

Gas merupakan benda yang tidak dapat dipegang atau diraba, tapi dapat dirasakan keberadaannya. Contohnya angin. Gas ada di sekitar kita namun gas tidak dapat kita lihat (Zaenal Mustopa dkk, 2009:68). Berikut ini sifat-sifat benda gas.

  1. Benda Gas Menempati Ruang; Kantong plastik dapat menggelembung karena di dalamnya terdapat benda gas. Jika benda gas dimasukkan ke dalam air akan mengeluarkan gelembung-gelembung. Gelembung berisi udara yang tersusun oleh berbagai macam gas. Artinya benda gas menempati ruang (Mulyati Arifin dkk, 2009:56)
  2. Benda Gas Memiliki Tekanan; Untuk mengetahui bahwa gas memberikan tekanan, kita lakukan kegiatan yaitu mengisi sebuah gelas minum dengan air hingga penuh. Kemudian tutup gelas itu dengan selembar karton. Balikkan gelas itu dengan hati-hati, Lepaskan tangan yang memegang karton dengan perlahan-lahan. Pada saat gelas belum dibalik, gas atau udara di sekitar gelas memberikan tekanan pada karton. Pada saat gelas dibalikkan, gas atau udara menekan dari bawah ke atas sehingga karton tidak lepas (Poppy K. Devi dan Sri Anggraeni, 2008:91)
  3. Benda Gas Dapat Memuai; Contohnya pada siang hari ketika kita berada disekitar pantai kita akan merasakan panas matahari yang cukup kuat. Ketika itu, suhu udara naik karena adanya panas matahari. Udara tersebut membawa uap air dari daratan dan lautan. Selain di pantai, contoh pemuaian udara dapat dilihat pada balon udara (Mulyati Arifin dkk, 2009: 57).
  4. Benda Gas Memiliki Berat; contoh pada Balon yang bocor akan kehilangan benda gas di dalamnya. Oleh karena itu, balon tersebut menjadi lebih ringan daripada balon yang berisi benda gas. Hal ini membuktikan bahwa benda gas memiliki berat (Mulyati Arifin dkk, 2009: 58).
 Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari Definisi Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari
contoh benda gas

Berat dan massa mempunyai perbedaan. Massa benda di manamana sama. Namun, berat benda dapat berubah-ubah tergantung gaya tarik bumi di tempat itu. Gaya tarik bumi disebut juga gaya gravitasi. Contohnya massa tubuh di bumi ataupun di bulan sama. Namun, berat tubuh di bumi dengan di bulan berbeda. Berat tubuh astronot di bulan lebih ringan daripada di bumi.

Fakta IPA; Benda gas yang paling ringan adalah hidrogen. Satu liter hidrogen beratnya hanya 0,09 gram.

Dalam percakapan sehari-hari dan hitungan matematika, orang sering menyamakan istilah berat dengan massa. Seperti kita sering mendengar orang mengatakan, berapa beratmu? Adapun yang benar, berapa massamu? Yang diukur pada timbangan adalah massa bukan berat. Namun, karena istilah berat sudah umum digunakan dalam bahasa sehari-hari. Gravitasi di permukaan bumi relatif sama, sehingga penggunaan kata berat untuk menggantikan massa masih dibolehkan.


Perubahan Sifat Benda


Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali terjadi perubahan benda dari bentuk aslinya. Misalnya, nasi yang kita makan sehari-hari. Nasi berasal dari beras yang dimasak. Beras yang semula keras, setelah dimasak menjadi lunak. Hal ini berarti beras telah mengalami perubahan. Setiap benda dapat mengalami perubahan. Termasuk perubahan pada sifat benda, yang ada beberapa macam diantaranya sebagai berikut (Munawar Kholil dan Dini Prowida, 2009: 90-91).

1. Perubahan Wujud Benda

 Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari Definisi Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari
diagram perubahan wujud benda

Terdapat enam proses perubahan wujud benda yaitu menguap, mengembun, membeku, mencair, menyumblim dan mengkristalkan.

a. Penguapan dan pengembunan

Menguap adalah peristiwa berubahnya benda cair menjadi benda gas. Misalnya saat kamu atau ibumu memasak air Ketika sudah mendidih, air menghasilkan gelembung-gelembung udara. Gelembung udara terbentuk karena sebagian air berubah menjadi gas. Selain gelembung udara, air yang mendidih pun menghasilkan asap. Asap termasuk benda gas juga (Aprilia dan Afifatul Achyar, 2009:107).

Mengembun adalah perubahan wujud benda gas menjadi benda cair. Hal ini terjadi jika udara berada pada suhu yang dingin. Hal ini dapat dibuktikan ketika kita memegang genting rumahmu di pagi hari, akan terasa dingin dan basah. Udara di pagi hari terasa sejuk dan segar. Udara tersebut akan berubah menjadi titik-titik air bila didinginkan. Hal ini karena adanya perubahan wujud benda dari gas menjadi cair (Aprilia dan Afifatul Achyar, 2009:108).

 Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari Definisi Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari
penguapan dan pengembunan


b. Pembekuan dan pencairan

Membeku adalah perubahan wujud benda cair menjadi benda padat. Perubahan ini terjadi karena suhu di lingkungan menjadi dingin. Benda cair akan membeku jika suhunya di bawah 0 oC (Aprilia dan Afifatul Achyar, 2009:106). Contohnya es krim dan es balok merupakan air berwujud padat. Untuk mengubah air menjadi padat, tempatkan air tersebut di lemari es. Di dalam lemari es, air tersebut akan berkurang panasnya. Jika suhunya mencapai hingga 0 oC, air akan membeku (Mulyati Arifin dkk, 2009:59).

Mencair adalah perubahan wujud benda padat menjadi cair. Contohnya antara lain lilin yang meleleh saat dinyalakan dan es batu menjadi air (Aprilia dan Afifatul Achyar, 2009:106).

 Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari Definisi Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari
Pembekuan dan pencairan


c. Penyumbliman dan pengkristalan

Kapur barus merupakan benda padat. Jika dibiarkan di udara terbuka, kapur barus akan menguap. Akibatnya semakin lama ukuran kapur barus semakin mengecil, tetapi wanginya menyebar di seluruh ruangan. Hal itu berarti terjadi perubahan wujud benda padat menjadi gas. Perubahan wujud dari benda padat menjadi benda gas dinamakan menyublim (Aprilia dan Afifatul Achyar, 2009:108).

Pengkristalan atau disposisi adalah perubahan benda gas menjadi padat. Contohnya uap iodium akan mengkristal jika didinginkan (Choirul Amin dan Amin Priyono, 2009: 103).

 Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari Definisi Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari
Penyumbliman dan pengkristalan

Perubahan wujud pada benda dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu perubahan wujud yang dapat kembali dan perubahan wujud yang tidak dapat kembali (Haryanto, 2004:102). Perubahan-perubahan wujud benda ada yang bersifat tetap dan ada yang bersifat sementara.

  1. Perubahan wujud yang dapat kembali adalah benda yang mengalami perubahan dapat berubah kembali ke bentuk semula. Contohnya perubahan wujud cair. Air dapat berubah wujud menjadi es. Es dapat kembali berubah wujud menjadi air. Bahkan air, yang berubah menjadi benda gas dapat kembali berubah menjadi titik-titik air (Haryanto, 2004:102).
  2. Pada perubahan wujud yang tidak dapat kembali, adalah benda yang mengalami perubahan tidak dapat diubah kembali ke bentuk semula. Contohnya kertas yang dibakar akan berubah menjadi abu arang. Dengan cara apapun, abu arang itu tidak dapat diubah lagi menjadi kertas (Haryanto, 2004:103-104).


2. Perubahan Bentuk

Bentuk benda dapat mengalami perubahan. Misalnya, gelas yang terbuat dari kaca pecah dan berubah bentuk menjadi serpihan kaca.

3. Perubahan Warna


Di sekitar kita banyak terdapat benda yang berwarna. Misalnya, foto, pakaian, kertas, dan sebagainya. Benda-benda tersebut dapat mengalami perubahan warna. Contohnya foto, foto yang semula warnanya indah, karena terkena air warnanya berubah menjadi buram(Munawar Kholil dan Dini Prowida, 2009:91).

4. Perubahan Kelenturan


Benda yang lentur umumnya terbuat dari karet. Karet dapat berubah kelenturannya jika terkena panas atau minyak (Munawar Kholil dan Dini Prowida, 2009:91).

5. Perubahan Kekerasan

Benda-benda yang bersifat keras, misalnya batu dan kayu. Benda tersebut dapat berubah kekerasannya karena perubahan cuaca. Misalnya, kayu yang terkena air hujan akan ditumbuhi jamur, sehingga menjadi lapuk atau tidak keras lagi (Munawar Kholil dan Dini Prowida, 2009:91)

6. Perubahan Bau

Pernahkah kamu mencium bau yang tidak sedap di sekitarmu. Bau tersebut biasanya berasal dari benda yang membusuk. Misalnya, mangga segar yang semula mengeluarkan bau harum, akan mengeluarkan bau yang tidak sedap ketika membusuk (Munawar Kholil dan Dini Prowida, 2009:91)


Faktor-faktor Penyebab Perubahan Pada Benda


Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan benda yaitu suhu, kelembapan, keasaman, mikroorganisme, dan oksigen (Sularmi dkk, 2009:75). Faktor-faktor tersebut menyebabkan perubahan pada suatu benda diantaranya sebagai berikut:


1. Pelapukan


Pelapukan adalah proses yang berhubungan dengan penghancuran bahan, baik berasal dari makhluk hidup maupun makhluk tidak hidup. (S Rositawaty dan Aris Muharam, 2008:89).

Berdasarkan penyebabnya, pelapukan dapat dibedakan menjadi tiga. Ketiganya adalah pelapukan fisika atau mekanik, kimia, dan biologi (Dwi Suhartanti dkk, 2008: 67).

  • Pelapukan biologi; Pelapukan biologi adalah pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup atau aktivitas organisme seperti jamur dan jasad renik lainnya. Contohnya, kayu yang tadinya keras, lama-kelamaan akan hancur dimakan rayap (S Rositawaty dan Aris Muharam, 2008:89).
  • Pelapukan kimia; Pelapukan kimia disertai perubahan susunan zat pembentuk benda. Contohnya, pelapukan batuan akibat hujan asam (Dwi Suhartanti dkk, 2008: 67).
  • Pelapukan fisika atau mekanik; Pelapukan fisika adalah pelapukan yang disebabkan oleh faktor-faktor alam, seperti suhu, tekanan, angin dan air. Contohnya, bebatuan yang ada di sungai lama-kelamaan akan lapuk. Hal ini disebabkan oleh air, suhu, dan tekanan (Budi Waluyo dkk, 2009: 55).
 Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari Definisi Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari
contoh pelapukan


2. Perkaratan



Perkaratan adalah perubahan benda akibat reaksi antara benda dan oksigen (Dwi Suhartanti dkk, 2009:73).

Perkaratan biasanya terjadi pada benda yang terbuat dari bahan logam. Contoh logam yang mudah berkarat adalah besi dan baja. Jika terkena air, lama-kelamaan akan berkarat.
    Kita dapat mencegah terjadinya perkaratan dengan cara berikut ini:
    1. Hindari menyimpan barang yang berbahan logam di tempat lembap. Simpanlah benda-benda tersebut di tempat yang kering.
    2. Lapisi benda-benda yang berbahan logam dengan zat antikarat. (Sularmi dkk, 2009: 76-77).
     Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari Definisi Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari
    contoh perkaratan


    3. Pembusukan


    Pembusukan adalah proses perubahan benda yang berasal dari makhluk hidup akibat bakteri atau jamur sehingga rusak dan berbau. Pembusukan bisa terjadi pada makanan, yaitu buah-buahan, sayuran, daging, nasi, roti dan ikan (Budi Waluyo dkk, 2009: 56). Pembusukan terjadi karena bakteri.

     Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari Definisi Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari
    contoh pembusukan
    Pembusukan pada makanan dapat dicegah dengan beberapa cara, diantaranya (Budi Waluyo dkk, 2009: 56):
    • Pengeringan; Hal ini dilakukan dengan cara menjemur bahan makanan. Contoh pengeringan dapat dilihat pada saat nelayan menjemur ikan asin. Selain menjemur ikan asin, dapat juga dilakukan dengan pengasapan.
    • Pengasinan dan pemanisan
    • Pemanasan
    • Pembekuan
    • Pemberian bahan pengawet (Budi Waluyo dkk, 2009: 56)

    4. Pemanasan


    Suatu benda dapat berubah karena pemanasan atau terkena suhu yang lebih tinggi. Contohnya lilin ketika dipanaskan mengalami perubahan wujud dari padat menjadi cair. Perubahan seperti ini disebut pelelehan (Dwi Suhartanti dkk, 2008: 61).


    5. Pendinginan


    Air yang didinginkan akan berubah menjadi es batu. Uap air yang mengalami pendinginkan akan berubah menjadi titik-titik air. Contohnya, uap minuman yang mengenai permukaan tutup gelas yang dingin akan berubah menjadi butiran air (Munawar Kholil dan Dini Dwi Prowida, 2009:93).


    6. Penyubliman


    Kapur barus di dalam lemari menjadi kecil karena berubah menjadi gas. Gas tersebut menghasilkan bau yang tercium oleh hidung. Proses perubahan benda padat menjadi gas disebut penyubliman (Munawar Kholil dan Dini Dwi Prowida, 2009:93).


    7. Pembakaran


    Pembakaran berarti memberi pengaruh langsung dengan api. Benda yang dibakar dapat berubah sifat, misalnya bentuk dan warnanya (Zaenal Mustopa dkk, 2009:80);

    • Batu bara, kertas, dan obat nyamuk berubah menjadi arang, abu dan asap.
    • Plastik, lilin dan plastisin jika dibakar berubah menjadi leleh.
    • Besi yang dibakar menjadi lunak dan merah membara.
    • Tanah liat yang dibakar berubah menjadi keras dan berwarna merah kecoklatan.


    8. Pencampuran dengan Benda Lain

    Proses percampuran dapat dilihat pada pembuatan dinding. Dinding dibuat campuran semen, pasir, dan air. Air merupakan benda cair, sedangkan semen dan pasir merupakan benda padat yang sifatnya berbeda dengan air. Setelah dilakukan percampuran dan dibiarkan beberapa waktu, benda berubah menjadi sangat keras (Munawar Kholil dan Dini Dwi Prowida, 2009:94).


    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Pada Benda



    Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan pada benda, yaitu suhu, kelembapan, waktu, dan kuman (Yayat Ibayati dkk, 2008:77).

    1. Suhu

    Suhu dingin ataupun panas dapat mempengaruhi perubahan pada benda. Benda yang dipanaskan dapat memuai misalnya sambungan rel kereta api dipasang agak renggang. Rel yang terbuat dari baja akan memuai jika kena panas, untuk itu maka disediakan ruang pada sambungan antar rel. Benda-benda yang didinginkan selain menjadi pendek, juga menjadi tipis dan sempit. Hal ini disebut menyusut (Yayat Ibayati, 2008:77).

    Jika dipanaskan, benda akan memuai dan Jika didinginkan, benda akan menyusut

    2. Kelembapan

    Udara lembap mengandung uap air yang menyebabkan benda mengalami kerusakan. Misalnya dinding pada tempat yang lembap, biasanya tumbuh noda-noda hitam atau cokelat. Makin lembap, dinding makin cepat lapuk dan mengelupas. Berdasarkan pengamatan ini, kelembapan dapat mempercepat pelapukan, pembusukan, juga perkaratan (Yayat Ibayati dkk, 2008:77).

    Kelembapan dapat mempercepat pelapukan, pembusukan, juga perkaratan.

    3. Waktu

    Dengan bertambahnya waktu, pembusukan makanan makin bertambah. Demikian pula perkaratan dan pelapukan pada benda-benda. Makin lama karat akan makin banyak, benda-benda yang lapuk akan makin rapuh dan hancur (Yayat Ibayati dkk, 2008:77).

    Semakin lama benda berkarat maka akan semakin rapuh dan hancur.

    4. Kuman

    Makanan sebelum diolah umumnya dimasak dahulu pada suhu tertentu. Kuman akan mati pada suhu yang tinggi atau sangat rendah. Pemanasan yang sesuai pada saat mengolah makanan akan menghambat proses pembusukan. Begitu juga dengan pendinginan. Menghilangkan kuman pada makanan bisa juga dengan cara kimia, yaitu dengan memberikan ozon pada makanan terutama pada makanan kaleng atau kemasan (Yayat Ibayati dkk, 2008:78)

    Jika tidak ada kuman, makanan akan tahan lama.


    Benda dan Kegunaannya


    Benda disekitar kita dibuat dari berbagai macam bahan. Ada yang terbuat dari logam, plastik, kayu, besi, kain, karet dan sebagainya.

    1. Logam

    Logam merupakan bahan yang kuat dan kokoh serta dapat digunakan untuk membuat bermacam-macam benda.

    Sifat-sifat logam: Kuat, Keras, Dapat menghantarkan panas dan listrik, Mudah dibentuk, Kedap (tidak tembus) air, (Dwi Suhartanti dkk, 2008: 69).

    Bahan-bahan yang termasuk logam, yaitu alumunium, besi dan baja serta stainless steel;
    • Alumunium; Alumunium memiliki kelebihan dibanding dengan jenis logam lainnya. Logam ini ringan, cukup keras, konduktor yang baik, tahan karat, dan murah. Contoh peralatan dari alumunium adalah wajan, serta kaleng minuman dan makanan (Sularmi dkk, 2009:79).
    • Besi dan baja; Besi dan baja merupakan logam yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahan ini sangat kuat sehingga banyak dipakai untuk kerangka rumah, atap dan jembatan (Ikhwan S.D, 2009:81).
    • Stainless steel; Stainless steel terbuat dari campuran besi, krom, dan nikel. Bahan ini mempunyai sifat tahan karat sehingga banyak digunakan untuk membuat alat-alat makan seperti sendok (Ikhwan S.D, 2009:81)

    2. Plastik


    Plastik tidak tersedia di alam, namun dibuat secara buatan di pabrik. Bahan pembuat plastik yaitu sisa minyak bumi dan batu bara. Plastik merupakan bahan yang paling banyak dipergunakan (Zaenal Mustopa dkk, 2009:91). Benda-benda yang terbuat dari plastik antara lain ember, jas hujan, dan gayung.

    Sifat-sifat plastik: ringan, tembus pandang (transparan), dapat diberi warna, tidak berkarat, menjadi lunak bila dipanaskan, kuat, awet, dan murah (Dwi Suhartanti dkk, 2008:72)

    3. Kayu

    Kayu bersifat keras tetapi mudah dipotong, diserut, dan dilasuhkan (Zaenal Mustopa dkk, 2009:91). Kegunaan kayu antara lain untuk membuat berbagai perabot rumah tangga. Contoh: meja, kursi, lemari, dan tempat tidur (Sularmi dkk, 2009:79).

    Sifat kayu antara lain; kayu tidak berkarat, mudah dibentuk, dapat menyerap atau melepas air, keras, dan kuat (Sularmi dkk, 2009:79).

    4. Karet

    Karet berasal dari pohon karet yang disebut dengan lateks. Lateks kemudian diolah untuk berbagai keperluan.

    Sifat-sifat karet: Bersifat lentur/elastis, Tidak menyerap air, Tidak mudah robek dan patah, Tidak mudah busuk, Tidak tahan panas (Ikhwan S.D, 2009:80). Benda yang terbuat dari karet misalnya ban, bola, dan sandal.

    5. Kaca

    Kaca dimanfaatkan untuk kaca jendela mobil, cermin, hiasan lampu, dan barang pecah belah seperti gelas.

    Sifat-sifat kaca: Jernih dan tembus cahaya, Tidak menyerap air, Tahan terhadap panas dan listrik (Ikhwan S.D, 2009:80).

    6. Kertas

    Kertas merupakan suatu bahan berbentuk lembaran dari serat tumbuhan. Sifat-sifat kertas: Mudah menyerap air, Mudah robek, Mudah terbakar, Mudah didaur ulang.

    Jenis-jenis kertas yang ada bermacam-macam antar lain: kertas HVS, kertas minyak, kertas tisu dan sebagainya (Ikhwan S.D, 2009:81).

    7. Kain

    Kain dapat dimanfaatkan untuk lap tangan, seprei, pakaian, gorden dan sebagainya. Sifat-sifat kain: Berpori-pori, Mudah menyerap air, Ringan, Memiliki berbagai jenis misalnya katun, wol, dan sebagainya. (Ikhwan S.D, 2009:80).

    Pemilihan bahan yang tepat akan menghasilkan benda yang berguna


    Benda Penghantar Panas


    Berdasarkan mampu tidaknya menghantarkan panas, benda digolongkan menjadi dua, yaitu benda konduktor dan benda isolator.

    1. Benda Konduktor

    Benda konduktor adalah benda yang dapat menghantarkan panas dengan baik. Benda konduktor mudah menghantarkan panas apabila di salah satu bagian terkena api, air panas, atau sinar matahari. Benda konduktor biasanya terbuat dari logam, seperti besi, aluminium, dan tembaga. Benda konduktor contohnya wajan, panci, sendok, kaca, dan sebagainya (Budi Waluyo dkk, 2009: 48).

    Stainless steel dan aluminium merupakan bahan logam. Jadi, benda-benda yang terbuat dari logam dapat menghantarkan panas. Alat yang dapat menhantarkan panas disebut konduktor panas (Dwi Suhartanti dkk, 2008: 52 ).

    2. Benda Isolator

    Benda isolator adalah benda yang tidak dapat menghantarkan panas dengan baik. Benda ini bila terkena api, air panas, atau sinar matahari di satu bagian tidak dapat atau lambat meneruskan kebagian lainnya. Benda isolator antara lain kayu, tanah, dan tembok (Budi Waluyo dkk, 2009: 48).


    Materi Pelajaran ini berjudul Definisi Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari


    Demikianlah materi pelajaran ini kami sajikan sebagai tambahan materi guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, semoga bermanfaat, aamiin.

    Terimakasih telah membaca sampai selesai materi pelajaran ini yang berjudul Definisi Benda, Wujud Benda dan Perubahan Sifat pada Benda yang wajib dipelajari dengan link

    Sumber https://www.pediapendidikan.com/

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel